Penduduk dan Penuaan dalam Lima Indikator
Slideshow ini menampilkan lima indikator kependudukan World Bank WDI secara bergantian: jumlah penduduk, angka kelahiran total, angka harapan hidup, proporsi penduduk 65 tahun ke atas, dan angka kematian kasar. Setiap bingkai memakai data 2024 untuk 217 negara dan wilayah, menyorot posisi Indonesia, dan menambahkan deret 2013–2024. Nilai dan peringkat berasal dari sumber yang sama dengan tabel di bawahnya.
| Total population | 4 | Indonesia 283.487.931 jiwa, peringkat 4 dari 217 |
| Total fertility rate | 96 | Angka kelahiran total Indonesia 2,115, peringkat 96 dari 217 |
| Life expectancy at birth | 146 | Angka harapan hidup Indonesia 71,288 tahun, peringkat 146 dari 217 |
| Population aged 65 and over | 120 | Penduduk 65 tahun ke atas di Indonesia 7,2886%, peringkat 120 dari 217 |
| Crude death rate | 123 | Angka kematian kasar Indonesia 7,624 per 1.000 penduduk |
Baca tiap bingkai secara terpisah: satuan berbeda (jiwa, anak per perempuan, tahun, persen, per 1.000 penduduk) dan arah peringkat juga berbeda — pada angka kematian kasar peringkat 1 berarti nilai terendah. Nilai dan peringkat antarbingkai tidak boleh dijumlahkan atau dibandingkan langsung satu sama lain.
Poin Utama
Indonesia berada di papan atas dunia dari sisi ukuran penduduk, tetapi di papan tengah hingga bawah untuk indikator yang biasa dipakai menandai penuaan. Angka yang paling menonjol adalah jumlah penduduk: 283.487.931 jiwa pada 2024, peringkat 4 dari 217 negara dan wilayah, atau sekitar 3,5% dari total dunia yang tercatat 8.141.808.945 jiwa. Di sisi lain, proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas baru 7,2886% (peringkat 120), angka kelahiran total 2,115 (peringkat 96), angka harapan hidup 71,288 tahun (peringkat 146), dan angka kematian kasar 7,624 per 1.000 penduduk. Susunan itu — ukuran di deretan teratas, penuaan dan harapan hidup di deretan tengah — memberi gambaran yang berbeda dari negara Asia Timur seperti Jepang, yang berada di peringkat 2 untuk proporsi lansia dengan 29,7808%.
Sumber: World Bank, World Development Indicators (SP.POP.TOTL, SP.DYN.TFRT.IN, SP.DYN.LE00.IN, SP.POP.65UP.TO.ZS, SP.DYN.CDRT.IN), data 2024 — https://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TOTL
Nilai Terbaru Indikator Utama
Indikator pertama pada halaman ini adalah jumlah penduduk. Nilai Indonesia pada 2024 adalah 283.487.931 jiwa, peringkat 4 dari 217 negara dan wilayah yang tercakup. Nilai "dunia" untuk indikator ini, 8.141.808.945 jiwa, adalah penjumlahan seluruh wilayah, bukan rata-rata; karena itu perbandingan yang tepat adalah menyebut bahwa Indonesia menyumbang sekitar 3,5% dari total penduduk dunia. Hanya tiga wilayah yang tercatat lebih besar: India 1.450.935.791 jiwa, Tiongkok 1.408.975.000 jiwa, dan Amerika Serikat 340.110.988 jiwa. Jarak dengan negara di bawahnya relatif tipis — Pakistan tercatat 251.269.164 jiwa, sekitar 32,2 juta lebih sedikit — sedangkan jarak ke India kira-kira lima kali lipat nilai Indonesia.
Sumber: World Bank, "Population, total" (World Bank WDI, SP.POP.TOTL) — https://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TOTL
Wajah Peringkat Atas dan Bawah
Untuk jumlah penduduk, deretan teratas diisi negara berpenduduk sangat besar: India 1.450.935.791, Tiongkok 1.408.975.000, Amerika Serikat 340.110.988, Indonesia 283.487.931, Pakistan 251.269.164, dan Nigeria 232.679.478 jiwa. Deretan terbawah diisi negara kepulauan kecil dan wilayah berukuran mini: Tuvalu 9.646, Nauru 11.947, Palau 17.695, Saint Martin 26.129, dan San Marino 33.977 jiwa. Indonesia jelas berada di sisi atas daftar ini.
Gambarannya berbalik pada proporsi penduduk 65 tahun ke atas. Peringkat teratas ditempati Monako 36,1666%, Jepang 29,7808%, Puerto Riko 24,7187%, Italia 24,6248%, dan Portugal 24,5306% — mayoritas wilayah Eropa dan wilayah berukuran kecil. Peringkat terbawah antara lain Qatar 1,6758%, Uni Emirat Arab 1,767%, dan Zambia 1,9468%. Dengan 7,2886%, posisi Indonesia lebih dekat ke kelompok bawah daripada ke kelompok atas, dan masih di bawah nilai dunia 10,2004%.
Sumber: World Bank, "Population, total" (SP.POP.TOTL) dan "Population ages 65 and above (% of total population)" (SP.POP.65UP.TO.ZS) — https://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.65UP.TO.ZS
Perubahan dalam Satu Dekade Terakhir
Deret 2013–2024 memperlihatkan arah yang konsisten pada empat indikator. Jumlah penduduk naik dari 255.852.467 menjadi 283.487.931 jiwa, bertambah sekitar 27,6 juta jiwa atau 10,8%. Angka kelahiran total turun dari 2,441 menjadi 2,115, berkurang 0,326 poin dan menurun hampir setiap tahun tanpa lonjakan balik. Proporsi penduduk 65 tahun ke atas naik dari 6,0097% menjadi 7,2886%, bertambah sekitar 1,28 poin persentase.
Dua indikator lain bergerak tidak lurus. Angka harapan hidup naik dari 69,064 tahun (2013) ke 70,349 tahun (2019), lalu tercatat 68,817 tahun pada 2020 dan 67,452 tahun pada 2021 — titik terendah dalam periode ini — sebelum kembali ke 70,925 tahun pada 2022 dan 71,288 tahun pada 2024. Angka kematian kasar mengikuti pola cermin: bertahan di kisaran 7,49–7,56 per 1.000 penduduk sepanjang 2013–2019, naik ke 8,843 pada 2020 dan 10,042 pada 2021, lalu turun lagi ke 7,492 pada 2022 dan 7,624 pada 2024. Kelima indikator memiliki deret waktu lengkap untuk Indonesia.
Sumber: World Bank, World Development Indicators (SP.POP.TOTL, SP.DYN.TFRT.IN, SP.DYN.LE00.IN, SP.POP.65UP.TO.ZS, SP.DYN.CDRT.IN), deret 2013–2024 — https://data.worldbank.org/indicator/SP.DYN.LE00.IN
Perbandingan dengan Negara Sejenis
Terhadap tetangga di Asia dan negara besar lain, jarak Indonesia paling lebar pada struktur umur. Proporsi penduduk 65 tahun ke atas Indonesia 7,2886% berada 22,49 poin di bawah Jepang (29,7808%), 11,98 poin di bawah Korea Selatan (19,2735%), dan 7,38 poin di bawah Tiongkok (14,6653%) — kira-kira separuh angka Tiongkok. Amerika Serikat tercatat 17,9287% dan Jerman 23,1956%.
Pada angka kelahiran total, posisi Indonesia justru di atas kelompok itu: 2,115 dibandingkan Tiongkok 1,013, Jepang 1,15, Singapura 0,97, dan Korea Selatan 0,748 yang menempati peringkat 216 dari 217. Selisih dengan Korea Selatan mencapai 1,367. Namun nilai Indonesia sedikit di bawah nilai dunia 2,1885, dengan selisih sekitar 0,07.
Untuk angka harapan hidup, Indonesia 71,288 tahun berada di bawah Tiongkok 78,017 tahun (selisih 6,73 tahun), Korea Selatan 83,6293 tahun, dan Jepang 84,0363 tahun (selisih 12,75 tahun), serta di bawah nilai dunia 73,4804 tahun. Angka kematian kasar Indonesia 7,624 per 1.000 penduduk mendekati Tiongkok 7,76 dan nilai dunia 7,5507, lebih tinggi dari Korea Selatan 7,0, dan jauh lebih rendah dari Jepang 13,3 serta Jerman 12,1.
Sumber: World Bank, World Development Indicators (SP.DYN.TFRT.IN, SP.DYN.LE00.IN, SP.POP.65UP.TO.ZS, SP.DYN.CDRT.IN), data 2024 — https://data.worldbank.org/indicator/SP.DYN.TFRT.IN
Cara Membaca Angka Ini
Beberapa hal perlu diperhatikan sebelum menarik kesimpulan. Angka kelahiran total adalah penjumlahan angka kelahiran menurut kelompok umur perempuan 15–49 tahun pada tahun bersangkutan; ia merupakan nilai hipotetis untuk tahun itu, bukan jumlah anak yang benar-benar dilahirkan seorang perempuan sepanjang hidupnya. Angka harapan hidup adalah harapan hidup bayi baru lahir dengan asumsi pola kematian tahun tersebut berlanjut, sehingga guncangan satu tahun — seperti nilai 67,452 tahun pada 2021 — langsung terbaca pada indikatornya. Angka kematian kasar tidak disesuaikan menurut struktur umur, sehingga wilayah dengan proporsi lansia besar cenderung menunjukkan nilai lebih tinggi; nilai Jepang 13,3 dan Monako 20,141 sebaiknya dibaca dengan catatan itu, bukan sebagai penilaian atas mutu layanan kesehatan.
Arah peringkat juga tidak seragam. Untuk jumlah penduduk, angka kelahiran, harapan hidup, dan proporsi lansia, peringkat 1 berarti nilai tertinggi; untuk angka kematian kasar, peringkat 1 adalah nilai terendah, yaitu Uni Emirat Arab 0,972. Karena itu peringkat 123 Indonesia pada indikator tersebut dihitung dari nilai terendah, bukan tertinggi. Nilai "dunia" untuk jumlah penduduk merupakan total, sedangkan pada empat indikator lain merupakan nilai agregat dunia yang sifatnya berbeda, sehingga jumlah penduduk sebaiknya tidak dibandingkan dengan "rata-rata dunia".
Cakupan 217 wilayah mencakup entitas yang bukan negara berdaulat, seperti Monako, Hong Kong, Makau, Puerto Riko, dan Pulau Man; pada wilayah berpenduduk puluhan ribu jiwa, nilainya mudah berayun. Definisi penduduk umumnya berbasis tempat tinggal, tetapi perlakuan terhadap warga asing dan warga yang tinggal di luar negeri berbeda antarnegara. Seluruh angka di halaman ini adalah estimasi World Bank WDI yang diperbarui sekitar sekali setahun dan dapat direvisi ke belakang, sehingga tidak selalu sama persis dengan statistik resmi masing-masing negara. Hubungan sebab-akibat antarindikator tidak dapat disimpulkan dari data ini.
Sumber: World Bank, World Development Indicators (SP.POP.TOTL, SP.DYN.TFRT.IN, SP.DYN.LE00.IN, SP.POP.65UP.TO.ZS, SP.DYN.CDRT.IN) — https://data.worldbank.org/indicator/SP.DYN.CDRT.IN
Total population dalam peta dan grafik
Tabel diurutkan dari nilai terbesar: India 1.450.935.791, Tiongkok 1.408.975.000, dan Amerika Serikat 340.110.988 jiwa di puncak, Tuvalu 9.646 dan Nauru 11.947 jiwa di dasar. Indonesia berada di baris keempat, jelas di sisi atas.
Batang teratas jauh lebih panjang dari sisanya — jarak India ke Indonesia sekitar lima kali lipat, sedangkan jarak ke Pakistan 251.269.164 jiwa relatif tipis. Garis tren naik terus dari 255.852.467 jiwa pada 2013.
Bandingkan negara
Total fertility rate
| Peringkat | Negara / wilayah | births per woman |
|---|---|---|
| 1 | Chad | 6.03 |
| 2 | Somalia | 6.01 |
| 3 | Kongo - Kinshasa | 5.98 |
| 4 | Republik Afrika Tengah | 5.95 |
| 5 | Niger | 5.93 |
| 94 | Afrika Selatan | 2.21 |
| 95 | Bangladesh | 2.14 |
| 96 | Indonesia | 2.12 |
| 97 | Panama | 2.11 |
| 98 | Monako | 2.1 |
| 215 | Hong Kong | 0.84 |
| 216 | Korea Selatan | 0.75 |
| 217 | Makau | 0.58 |
Puncak tabel diisi Chad 6,028 dan Somalia 6,013; dasarnya Makau 0,582 dan Korea Selatan 0,748. Indonesia duduk di pertengahan, di atas Tiongkok 1,013 dan Jepang 1,15.
Rentang antarnegara lebar, dari 0,582 sampai 6,028. Garis tren Indonesia menurun hampir setiap tahun, dari 2,441 pada 2013 ke 2,115 pada 2024.
Life expectancy at birth
Monako 86,497 dan San Marino 85,817 tahun memimpin, Nigeria 54,635 dan Chad 55,238 tahun menutup daftar. Indonesia berada di paruh bawah, di bawah Tiongkok 78,017 tahun.
Garis tren naik dari 69,064 tahun pada 2013, turun tajam ke 67,452 tahun pada 2021, lalu pulih ke 71,288 tahun. Selisih ujung ke ujung tabel melebihi 31 tahun.
Population aged 65 and over
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Monako | 36.17 |
| 2 | Jepang | 29.78 |
| 3 | Puerto Riko | 24.72 |
| 4 | Italia | 24.62 |
| 5 | Portugal | 24.53 |
| 118 | Malaysia | 7.74 |
| 119 | Myanmar (Burma) | 7.3 |
| 120 | Indonesia | 7.29 |
| 121 | India | 7.15 |
| 122 | Brunei | 6.87 |
| 215 | Zambia | 1.95 |
| 216 | Uni Emirat Arab | 1.77 |
| 217 | Qatar | 1.68 |
Baris atas diisi Monako 36,1666%, Jepang 29,7808%, dan Puerto Riko 24,7187%; baris bawah Qatar 1,6758% dan Uni Emirat Arab 1,767%. Indonesia lebih dekat ke sisi bawah tabel.
Batang Indonesia jauh lebih pendek dibanding kelompok Eropa dan Asia Timur, dengan selisih 7,38 poin terhadap Tiongkok 14,6653%. Garis tren naik pelan tapi tanpa jeda, dari 6,0097% pada 2013.
Crude death rate
| Peringkat | Negara / wilayah | per 1,000 |
|---|---|---|
| 1 | Uni Emirat Arab | 0.97 |
| 2 | Qatar | 1.05 |
| 3 | Kuwait | 1.52 |
| 4 | Oman | 1.9 |
| 5 | Bahrain | 2.21 |
| 121 | Nauru | 7.57 |
| 122 | Côte d’Ivoire | 7.61 |
| 123 | Indonesia | 7.62 |
| 124 | Venezuela | 7.68 |
| 125 | Mikronesia | 7.71 |
| 215 | Serbia | 14.9 |
| 216 | Bulgaria | 15.6 |
| 217 | Monako | 20.14 |
Di indikator ini peringkat 1 berarti nilai terendah: Uni Emirat Arab 0,972 dan Qatar 1,051 di puncak, Monako 20,141 dan Bulgaria 15,6 di ujung lain. Indonesia peringkat 123 dihitung dari nilai terendah.
Garis tren datar di kisaran 7,5 sepanjang 2013–2019, melonjak ke 10,042 pada 2021, lalu kembali ke 7,492 pada 2022. Jarak ke Jepang 13,3 dan Jerman 12,1 tetap lebar.